Friday, December 30, 2011

Kesalahan Dalam Prioritas Hidup

Catatan ini saya tulis ketika saya mengikuti ceramah Aa Gym di Masjid Pondok Indah hari Selasa, 13 Desember 2011. Aa Gym ini salah satu penceramah favorit saya, karena tidak banyak Kyai di Indonesia yang membahas masalah Tauhid. Hal lain yang saya suka dari ceramahnya adalah kata-katanya ringan dan mengena di hati :D...beliau juga memakai metode yang lebih mudah diingat dalam merumuskan tips-tipsnya sebagai solusi dalam menjalani kehidupan dengan berbagai macam permasalahannya.

"Setiap Perbuatan Akan Kembali Kepada Diri Kita Sendiri"

Waspadalah! Orang yang paling berbahaya dalam hidup kita justru Diri Kita Sendiri karena tidak ada yang akan mencelakan kita selain diri kita sendiri. Janganlah kita memprioritaskan pikiran kita terhadap prilaku orang lain terhadap kita, karena itu bukanlah hal yang penting.

Di Yaumil Akhir nanti akan ada 3 Kelompok yang di Hisab:
1. Mujahid, yang mati di medan perang (apakah jihad hanya karena Allah, atau karena 
   ingin  dipuji orang)
2. Ustad, Pembaca Qur'an, Pengajar Agama (apakah mereka melakukan apa yang mereka 
    ajarkan kepada orang atau hanya sekedar ucapan)
3. Dermawan (apakah bersedekah dengan ikhlas atau ingin dilihat orang atau riya)

"Tidak akan masuk Surga jikalau ada kesombongan meskipun sebesar biji zarah"

Apa yang Harus Kita Lakukan Untuk Fokus Terhadap Prioritas Hidup:
1. Kesadaran bahwa "ancaman" dalam hidup kita adalah keburukan, dosa, kesalahan dan 
    kelalaian diri kita sendiri. Contoh: Kenapa kita sakit hati ketika kita dihina? itu karena 
    pada dasarnya kita lebih suka dipuji, dan dihargai.
    * Ngapain kita mikirin orang yang sebel sama kita, pikirkan saja DOSA kita, karena urusan 
      kita adalah menebus dosa-dosa kita. Karena sebenarnya orang yang sebel sama kita 
      adalah orang-orang yang mampu menghapus dosa-dosa kita, jika kita bisa ikhlas.
    * Kita harus sadar, kita biasanya sibuk memikirkan kenapa Orang Sombong ke kita, 
      Kenapa Orang Dengki ke kita, sesungguhnya mereka tidak berbahaya, justru kita yang 
      berbahaya. Tidak usah takut, segala sesuatu sudah sesuai dengan rencana Allah.
2. Kita harus cari tau kekurangan kita.
    Kalau secara lahiriah, kita akan pergi ke dokter untuk melakukan general check up agar 
    kita bisa mengetahui penyakit tersembunyi. Maka mulailah cari dengan serius Kekurangan 
    kita. Langkah-langkahnya  adalah :
    a. Tafakur, Itiqaf ( berdiam diri untuk merenungi kekurangan-kekurangan kita)
    b. Sabar, manfaatkan orang-orang yang dekat dengan kita untuk menunjukkan  
        kekurangan  kita.
        * Kalau kita dikoreksi, cobalah untuk diam, dengarkan untuk instropeksi diri
        * Kalau ada orang bisa menikmati kritik paling pedas, maka orang tersebut bisa  
          menjadi mulia. Tidaklah  penting orang ngomongnya mesti lembut dan sopan 
          terhadap kita, sama sekali tidak  ada  urusannya kesopanan orang dengan kita,  
          urusan  kita adalah keburukan kita.
        * Jangan suka menyerang kalau kita lagi dikoreksi orang, contoh: saya ga mau 
          berubah  kalau kamu ga berubah, bos saya ga disiplin jadi saya juga ga disiplin. Ini  
          adalah contoh-contoh perbuatan ngaco.
   c. Cari Ulama atau orang-orang soleh yang bisa memberitahu kekurangan kita dengan 
       tulus
   d. Mari kita manfaatkan orang-orang yang tidak suka sama kita untuk mengetahui  
       kekurangan kita
   e. Tafakur mengenai fenomena yang ada dan telah terjadi

3. Perbaiki Diri, ketika kita memperbaiki diri kita juga harus berhati-hati, jangan sampai 
    kita memperbaiki  diri karena ingin dinilai orang.
    * Cari Tau kenapa kita Sombong!
       - Kalau orang minta bantuan ga minta tolong, kita sebel
       - Kalau orang dibantu sama kita,  terus ga bilang makasih, kita merengut
       - Kalau orang salah, terus mereka ga minta maaf, kita mengeluh
     Tindakan-tindakan ini menandakan kita butuh penghargaan dan pujian.
    
4. Lakukan Demi Prioritas hidup kita agar menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan 
    Allah
    * Orang yang sungguh-sungguh kepada Allah, maka Allah akan sungguh-sungguh kepada 
       kita" maka marilah kita bersungguh-sungguh agar Allah menunjukkan jalanNya.






No comments:

Post a Comment