Monday, January 9, 2012

"Mengendalikan Amarah"

Begitu ada sms dari Daarut Tauhid yang menginfokan kalau Aa Gym akan tampil di TVOne  dalam acara Damai Indonesiaku (kalau ga salah)...wah dengan semangatnya saya buat reminder di HP supaya saya ga kelewat acara itu...KENAPA??? karena Beliau akan memberikan tausyiah dengan tema  “Mengendalikan AMARAH”...

Di antara catatan lain, ini adalah catatan yang paling semangat saya buat, why?...yaa ga lain ga bukan karena saya sendiri punya sifat pemarah hehehe...bagi saya mengendalikan atau mengurangi sifat ini sulitnya minta ampun deh meskipun saya sudah berusaha (suwer :D)  ...bahkan meskipun saya sudah menikah dengan orang yang amat sangat penyabar pun... kan katanya kalo kita menikah sedikit banyak kita suka terbawa sifat pasangan kita...tapi tetep juga tuh belum ketularan sabarnya hehhe ...mungkin sudah mendarah daging kali ya ....

Anyway,   tak ada yang tak mungkin bukan kalo kita benar –benar berniat  ingin memperbaiki diri!!..Ciayo ;P...Well, here is the Note..semoga bermanfaat :).



Orang-orang yang tidak bisa mengendalikan amarah adalah orang yang tidak bisa mengendalikan pikiran. Jika ingin marah, maka Marahlah untuk menegakkan Kebenaran.

Dari sahabat Abu Hurairah ra, bahwasanya seseorang pernah datang meminta nasehat kepada Rasulullah Saw dan berkata, “Berikanlah nasehat kepadaku.” Rasulullah Saw menjawab : “Janganlah engkau marah.” Orang itu pun mengulang-ulang pertanyaan yang sama dan Nabi Saw (tetap) menjawabnya, “Janganlah engkau marah.” (HR. Bukhori)


Jika memang sudah sepatutnya Anda Marah maka Marahlah dengan TEGAS dan SANTUN seperti cara Rasullah yaitu dengan tidak Melukai tetapi bisa Mengubah dan Menggugah. Karena memang tidak ada manfaatnya Marah dengan cara yang tidak tepat.

Jadi kita harus punya TEKAD, “Saya tidak ingin jadi orang yang Pemarah”...ingat Jika ada seseorang marah terhadap seseorang maka dosa orang yang dimarahi akan dikasih ke orang yang memarahi..


Hal-hal yang Bisa kita lakukan untuk Membantu Mengurangi Sifat Pemarah adalah:

  1. Cari saat sensitif kita, yang bisa memungkinkan kita bakalan gampang marah, contoh: ketika lagi lelah...kita mesti waspada terhadap diri kita sendiri.
  2. Jadi orang jangan selalu ingin sempurna, biasanya orang seperti ini jadinya sensitif.
  3. Jangan banyak keinginan,  semakin banyak keinginan maka akan semakin banyak kecewa kita.
  4. Jangan ingin dihargai, semakin banyak ingin dihargai atau ingin dipuji, maka akan makin sering sakit hati.
Jika ada sesuatu yang tiba-tiba menjengkelkan di hati atau menusuk hati  karena perbuatan orang...langsung DIAM, ..reaksi spontan akan menunjukkan akhlak kita yang sebenarnya..


Tips Jika Ada sesuatu yang membuat kita Jengkel atau Marah:

  1. Ta’awudz
  2. Tahan diri
  3. Kalau masih membuat kita membara, ganti posisi,  misal kita lagi berdiri-rubah posisi jadi duduk, ketika lagi duduk-rubah menjadi rebahan atau tiduran....intinya bergerak
  4. Tinggalkan, cari suasana yang membuat kita lebih lega atau berfikir jernih
  5. Wudhu.

Jikalau ada orang tiba-tiba sebel sama kita tanpa kita tahu sebabnya atau orang tersebut sering bersikap tidak baik sama kita, berarti orang tersebut adalah orang yang paliiiiiiing setia sama kita, paling mengidolakan kita :D....karena sepanjang waktu membicarakan kita terus...Alhamdulillah karena berarti dosa-dosa kita diambil sama dia...Nah yang RUGI adalah jika kita sebel sama orang karena kita bakalan ngambil dosa orang tersebut!!!


Bagaimana Menghadapi Orang yang Pemarah?

  1. Jadikan pelajaran, kalau kita dimarahi bikin kita sakit hati..berarti kalo kita marahin orang, kita bakal nyakitin orang.
  2. Jadilah Pemaaf.
  3. Jadilah rendah hati, kurangi keperluan dari hati.
  4. Jangan berharap banyak pada Manusia karena kita bakalan sering kecewa, hanya Allahlah tempat bergantung.
  5. Cari sebab atau titik kenapa dia jadi punya sifat gampang marah.
  6. Teori Batu, ...orang marah biasanya marahnya ingin diterima, orang marah itu lagi kurang normal :D, jadi jangan ladeni orang marah, ga ada gunanya..kenapa? karena kalau orang lagi marah, orang tersebut pasti akan merasa dia yang paling benar.


Friday, December 30, 2011

Kesalahan Dalam Prioritas Hidup

Catatan ini saya tulis ketika saya mengikuti ceramah Aa Gym di Masjid Pondok Indah hari Selasa, 13 Desember 2011. Aa Gym ini salah satu penceramah favorit saya, karena tidak banyak Kyai di Indonesia yang membahas masalah Tauhid. Hal lain yang saya suka dari ceramahnya adalah kata-katanya ringan dan mengena di hati :D...beliau juga memakai metode yang lebih mudah diingat dalam merumuskan tips-tipsnya sebagai solusi dalam menjalani kehidupan dengan berbagai macam permasalahannya.

"Setiap Perbuatan Akan Kembali Kepada Diri Kita Sendiri"

Waspadalah! Orang yang paling berbahaya dalam hidup kita justru Diri Kita Sendiri karena tidak ada yang akan mencelakan kita selain diri kita sendiri. Janganlah kita memprioritaskan pikiran kita terhadap prilaku orang lain terhadap kita, karena itu bukanlah hal yang penting.

Di Yaumil Akhir nanti akan ada 3 Kelompok yang di Hisab:
1. Mujahid, yang mati di medan perang (apakah jihad hanya karena Allah, atau karena 
   ingin  dipuji orang)
2. Ustad, Pembaca Qur'an, Pengajar Agama (apakah mereka melakukan apa yang mereka 
    ajarkan kepada orang atau hanya sekedar ucapan)
3. Dermawan (apakah bersedekah dengan ikhlas atau ingin dilihat orang atau riya)

"Tidak akan masuk Surga jikalau ada kesombongan meskipun sebesar biji zarah"

Apa yang Harus Kita Lakukan Untuk Fokus Terhadap Prioritas Hidup:
1. Kesadaran bahwa "ancaman" dalam hidup kita adalah keburukan, dosa, kesalahan dan 
    kelalaian diri kita sendiri. Contoh: Kenapa kita sakit hati ketika kita dihina? itu karena 
    pada dasarnya kita lebih suka dipuji, dan dihargai.
    * Ngapain kita mikirin orang yang sebel sama kita, pikirkan saja DOSA kita, karena urusan 
      kita adalah menebus dosa-dosa kita. Karena sebenarnya orang yang sebel sama kita 
      adalah orang-orang yang mampu menghapus dosa-dosa kita, jika kita bisa ikhlas.
    * Kita harus sadar, kita biasanya sibuk memikirkan kenapa Orang Sombong ke kita, 
      Kenapa Orang Dengki ke kita, sesungguhnya mereka tidak berbahaya, justru kita yang 
      berbahaya. Tidak usah takut, segala sesuatu sudah sesuai dengan rencana Allah.
2. Kita harus cari tau kekurangan kita.
    Kalau secara lahiriah, kita akan pergi ke dokter untuk melakukan general check up agar 
    kita bisa mengetahui penyakit tersembunyi. Maka mulailah cari dengan serius Kekurangan 
    kita. Langkah-langkahnya  adalah :
    a. Tafakur, Itiqaf ( berdiam diri untuk merenungi kekurangan-kekurangan kita)
    b. Sabar, manfaatkan orang-orang yang dekat dengan kita untuk menunjukkan  
        kekurangan  kita.
        * Kalau kita dikoreksi, cobalah untuk diam, dengarkan untuk instropeksi diri
        * Kalau ada orang bisa menikmati kritik paling pedas, maka orang tersebut bisa  
          menjadi mulia. Tidaklah  penting orang ngomongnya mesti lembut dan sopan 
          terhadap kita, sama sekali tidak  ada  urusannya kesopanan orang dengan kita,  
          urusan  kita adalah keburukan kita.
        * Jangan suka menyerang kalau kita lagi dikoreksi orang, contoh: saya ga mau 
          berubah  kalau kamu ga berubah, bos saya ga disiplin jadi saya juga ga disiplin. Ini  
          adalah contoh-contoh perbuatan ngaco.
   c. Cari Ulama atau orang-orang soleh yang bisa memberitahu kekurangan kita dengan 
       tulus
   d. Mari kita manfaatkan orang-orang yang tidak suka sama kita untuk mengetahui  
       kekurangan kita
   e. Tafakur mengenai fenomena yang ada dan telah terjadi

3. Perbaiki Diri, ketika kita memperbaiki diri kita juga harus berhati-hati, jangan sampai 
    kita memperbaiki  diri karena ingin dinilai orang.
    * Cari Tau kenapa kita Sombong!
       - Kalau orang minta bantuan ga minta tolong, kita sebel
       - Kalau orang dibantu sama kita,  terus ga bilang makasih, kita merengut
       - Kalau orang salah, terus mereka ga minta maaf, kita mengeluh
     Tindakan-tindakan ini menandakan kita butuh penghargaan dan pujian.
    
4. Lakukan Demi Prioritas hidup kita agar menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan 
    Allah
    * Orang yang sungguh-sungguh kepada Allah, maka Allah akan sungguh-sungguh kepada 
       kita" maka marilah kita bersungguh-sungguh agar Allah menunjukkan jalanNya.






Wednesday, December 28, 2011

MUHASABAH

Catatan ini saya buat ketika saya ikut acara tausyiah di blok 3 sebelah  blok saya di komplek perumahan tempat saya tinggal. Materi ini disampaikan oleh Ibu Mujinem hari Minggu tanggal 25 Desember 2011.

Meskipun pada awalnya sedikit agak berat karena harus bangun pagi-pagi dan jam 4 teng harus jalan, tapi berhubung udah buat janji ma ibu-ibu pengajian se RT buat berangkat bareng jalan kaki sambil jalan pagi, kalo batal kayanya tengsin :D...ya sudah deh...lanjut ke mushola blok 3 yang ternyata aktivitas musholanya yang lebih mirip masjid itu lebih maju dari blok 4 tempat saya tinggal, agak takjub dengan program-program mereka untuk memajukan masyarakatnya untuk mengenal dan mencintai Al-Quran. 
Untung aja saya ikut, ternyata Subhanallah materi yang ibu Mujinem sampaikan ini menjawab beberapa problema kehidupan :P, sampai akhir acara pun, saya samperin sang penceramah, agar bisa bersalaman dan kemudian mengatakan "terima kasih banyak bu, materi yang ibu sampaikan sangat bermanfaat buat saya"...oh..la..la sesuatu bangeds, untung juga saya ga ikut godaan syetan untuk narik selimut lagi and ga jadi ikutan tausyiah ini hehehe...

Anyway, ini sekedar catatan saya, semoga setidaknya bisa bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya.


MUHASABAH adalah sebuah evaluasi perjalan hidup atau diri, mengapa kita perlu bermuhasabah?
'Karena tiap-tiap kita akan menghadapi kiamat kita sendiri-sendiri, hendaklah kita memperhatikan apa yang kita perbuat"
Kita adalah Raja dari diri kita sendiri, kita bebas untuk melakukan apapun yang kita inginkan, berbuat baik terhadap orang atau menzhalimi orang, tapi Ingat!! hukum Allah selalu berlaku. Semakin kita menyakiti orang maka otomatis kita akan semakin menenggelamkan dan menyakiti diri kita sendiri di yaumil akhir nanti. Dibahas di dalam surat An-Nur ayat 35, "orang yang dalam keadaan zhalim maka hidupnya tidak akan tenang"

Sebagian orang biasanya punya ilmu TAU akan banyak hal dalam agama Islam tapi TAU tidak sama dengan PAHAM-masuk ke hati, ke dalam qolbu kita, biasanya apa yang kita tau hanya sekedar ucapan atau menempel di otak. Itulah ilmu kita, hanya sebatas yakin, tapi betulkah kita PAHAM??!!

Awal tergelincirnya manusia ke dalam kesesatan adalah ketika ia tidak tahu siapa dirinya sendiri, maka IQRA, bacalah, bercerminlah, buanglah egomu, bertaubatlah terus menerus, instropeksilah-cukup dirimu saja, perbaikilah dirimu.

Ciri Orang Lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya, tidak meminta ampunan kepada Allah, dan berangan-angan bahwa dosanya akan dan telah diampuni Allah.

Rasul bersabda: 'Orang yang datang dengan pahala sholat, puasa, zakat tapi membawa dosa mencela, menghasut, memakan harta orang lain, maka pahala sholat, puasa and zakatnya akan diberikan kepada orang-orang yang dizhaliminya"

Pernahkah Anda terjebak dalam suatu masalah yang tidak ada ujungnya??? belum selesai masalah satu, ada masalah lainnya, dan seterusnya seperti lingkaran setan. Jika ini terjadi pada Anda, maka jalan satu-satunya adalah PASRAH, biarkan hati kita pada Titik Nol, karena Allah hanya ingin kepasrahan kita, biarkan Allah yang menyelesaikan. Ini adalah kunci dimana Allah akan memasukkan cahaya-Nya. Pasrah saja, dan rasakan-resapi bahwa kita memang tiada daya upaya apapun dengan segala ketentuan Allah). Jadi kalau kita ingin cahaya pertolongan Allah datang, maka jangan lakukan sebelum diri kita benar-benar di titik nol.

Pernahkah kita Dizhalimi?? terutama oleh orang yang kita tidak sangka-sangka, yaitu orang terdekat dan kita percaya?? Jika ini terjadi, maka inilah fungsi Muhasabah, Pasrahlah pada Allah. Ciri orang yang punya ilmu TAU maka reaksinya adalah sedih, marah, terkhianati yang berkepanjangan bahkan dendam.
Rumus yang perlu kita ingat adalah "Apapun yang terjadi, kezhaliman apapun yang terjadi terhadap diri kita, maka lihatlah wajah Allah disana. Orang-orang zhalim hanyalah alat untuk menguji kesabaran kita agar kita bisa punya ilmu PAHAM dan bersifat tawadhu terhadap segala ketentuannya."
Jadi lain kali jika kita merasa dizhalimi orang, ingatlah wajah Allah di orang itu, itu sudah ketentuan Allah.
Maka banyak-banyaklah berdoa "Ya, Allah ajari hatiku agar bisa IKHLAS menerima ketentuanMu"

Tapi jangan jadikan diri kita sebagai alat penguji kesabaran orang-orang yang beriman. Jadikanlah diri kita sebagai Al-Quran berjalan. Ingat lebih baik DIAM, jika anda TIDAK Bisa Berkata BAIK.
Rajin-rajinlah bercermin dan mengevaluasi diri kemudian untuk diperbaiki, agar Allah memberikan jalanNya. Karena sungguh berbahaya jika ada orang yang sudah merasa baik atau beriman, karena orang seperti ini tidak mau berIstighfar dan sudah merasa melakukan yang baik.

Ini adalah langkah-langkah untuk berMuhasabah:
1. Baca dan bercerminlah
2. Evaluasi diri
3. Bertaubatlah, ISTIGHFAR
4. Biarkan diri kita pada titik nol, PASRAH, dan biarkan cahaya Allah mengisinya
5. Perbaiki Diri (bertekadlah)
6. Amalkan
7. Istiqomah

Tips For Healthy Life

1. Clean Your Mind
2. Do Exercise
3. Eat Fruits & Vegies
4. Drink Milk
5. Have Fun
6. Smile ^_^